Senin, 02 Maret 2015

Adat Minang yang Membuat Cinta Tidak Bersatu






Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah sebuah film romantis yang diangkat dari novel  Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan nama Hamka. Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Sunil Soraya, dan diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Film ini mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang mampu menghalangi cinta antara Hayati (Pevita Pearce) dengan Zainuddin (Herjunot Ali).
Dikisahkan tahun 1930 dari Makasar, Zainuddin pergi ke tanah kelahiran ayahnya di Batipuh, Padang Panjang untuk belajar agama. Di Batipuh, Zainuddin tinggal dengan Makcik Jamilah (Jajang.C.Noer). Ketika ia sedang bekeliling desa Batipuh, ia melihat Hayati dan terpesona akan kecantikkannya. Setelah pertemuan itu mereka saling jatuh cinta. Namun ternyata hubungan mereka diketahui oleh para tetua suku. Para tetua suku menentang hubungan mereka, karena Zinuddin tidak pantas dengan Hayati sebab Zainuddin bukanlah seorang yang berdarah Minang. Pada akhirnya para tetua suku memutuskan agar Zainuddin pergi dari Batipuh agar tidak berhubungan lagi dengan Hayati. Sebelum meninggalkan Batipuh, Zainuddin dan Hayati mengucapkan janji setia di sebuah danau tempat Zainuddin biasa menulis.

Setelah pergi dari desa Batipuh, Zainuddin pergi ke kota Padang Panjang dan tinggal bersama Muluk (Randy Nidji) dan ibunya Muluk (Arzetti Bilbani).Suatu ketika Zainuddin mendengar berita bahwa Hayati telah dipersunting oleh Aziz (Reza Rahardian) seorang anak kaya raya yang berdarah Minang. Zainuddin pun terpuruk dan kecewa kepada Hayati dan Zainuddin pun mengatakan bahwa pernikahan Hayati dan Aziz hanyalah "Pernikahan Harta". Setelah itu Zainuddin jatuh sakit karena berita pernikahan Hayati dan Aziz. Muluk pun menasihati Zainuddin untuk terus melangkah maju dan akhirnya mereka berdua pergi merantau ke tanah Jawa. Zainuddin bekerja dengan memanfaatkan tulisan-tulisan yang telah ia buat. Zainuddin mengumpulkan semua tulisannya dan mengirimkannya ke surat kabar di tanah Batavia (Jakarta). Karya tulisnya sangat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanah air. Setelah itu, Zainuddin menulis buku berjudul "TEROESIR" dan buku keduanya berjudul "Kemana Aku Akan Pulang". Dari kedua buku inilah bisa membawa Zainuddin menjadi pemimpin surat kabar di Surabaya.

 Lalu di Surabaya ia mengadakan Opera Sumatera yang mengundang semua anak rantauan dari Minang. Banyak sekali yang menonton Opera tersebut, tidak disangka Zainuddin bertemu dengan Hayati dan Aziz. Aziz dengan liciknya mengajak Zainuddin berbincang dengan tujuan agar Zainuddin mau meminjamkan uang kepada Aziz, sebab perusahaan Aziz telah bangkrut . Zainuddin pun meminjamkan dengan sepenuh hati, namun uang yang dipinjamkan masih belum cukup untuk melunasi hutang Aziz. Aziz dan Hayati diusir dari kontrakannya, dan menumpang tinggal di rumah Zainuddin. Kemudian suatu hari Aziz pamit kepada Hayati dan Zainuddin untuk pergi mencari pekerjaan. Namun dalam beberapa minggu kemudian Aziz ditemukan meninggal bunuh diri. Kini Hayati adalah seorang janda. Zainuddin pun meminta Hayati untuk pulang ke Batipuh karena ia tidak mau masa lalunya terulang kembali. Awalnya Hayati menolak, namun akhirnya Hayati menyetujui untuk pulang ke Batipuh karena Hayati merasa memang sudah tidak ada cinta lagi untuknya.

Muluk pun mengantar Hayati ke Pelabuhan Tanjung Perak, 20 Oktober 1936. Kapal pun mulai berlayar, tidak disangka tiba-tiba saat perjalanan, kapal mulai kehilangan keseimbangan dan perlahan tenggelam. Kemudian Zainuddin melihat berita di koran bahwa kapal Van Der Wijck tenggelam, ia panik dan segera pergi ke Rumah Sakit. Muluk dan Zainuddin mencari Hayati di Rumah Sakit, setelah mencari-cari akhirnya Muluk menemukan Hayati. Zainuddin ketika melihat Hayati terbaring lemas langsung memeluknya dengan eratdan mengungkapkan bahwa ia masih mencintai Hayati. Kondisi Hayati semakin parah, ia sudah tidak kuat lagi, ia pun meminta Zainuddin mengucapkan 2kalimat syahadat di dekat telinganya dan ucapan terakhir Hayati adalah ia juga selalu mencintai Zainuddin sampai dia menutup mata.

Perbedaan Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Film Di Bawah Lindungan Ka'bah yaitu film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck lebih menonjolkan unsur adat dan budaya sedangakan ilm Di Bawah Lindungan Ka'bah lebih menonjolkan usur religi.

Kelebihan film ini yaitu untuk pembuatan film ini Hamka memesan replika kapal Van Der Wijck dari Belanda, bisa menampilkan efek tenggelamnya kapal tanpa menggunakan animasi, properti yang unik dibuat menyerupai tahun 30-an,proses rekaman lagu film ini memasukkan pop Britania dengan unsur musik gregorian yang sebenarnya sulit disatukan, penonton mencapai seratus ribu lebih di seluruh Indonesia, pemilihan aktor/aktris sangat di pertimbangkan Hamka dan dialog antar tokoh yang menggunakan bahasa daerah sangat diperankan dengan baik.

Namun selain itu adegan tenggelamnya kapal dituding mengikuti adegan tenggelamnya kapal Titanic dan sejumlah masyarakat Minang memprotes poster film yang menurut mereka tidak sesuai dengan adat dan budaya Minang yang sangat menjunjung tinggi ajaran Islam, seharusnya Pevita dalam poster itu tidak memakai baju yang terbuka.

Film ini mempunyai kisah yang sangat menakjubkan, cocok untuk kalangan remaja dan dewasa. Kekuatan adat dan kebudayaan di daerah Minang sangat kuat, sampai cinta sepasang anak muda pun tidak bisa bersatu. Namun pada akhirnya mereka bisa saling mengungkapkan cinta yang ada di hati mereka yang selama ini terpendam, walaupun nyatanya cinta mereka tidak bisa disatukan dalam ikatan pernikahan karena pemeran utamanya meninggal dunia.

TERIMA KASIH ...

5 komentar:

  1. Agak ngenes ya ceritanya, jadi tertarik nih buat nonton film ini
    Trims ya infonya :)

    BalasHapus
  2. Ceritanya sungguh mengoncangkan hati

    BalasHapus
  3. sedih juga ya?? :'( btw, penyajian ulasan review filmnya bagusss

    BalasHapus
  4. terimakasih atas komentarnya ya :)

    BalasHapus
  5. Tinaa, reviewnya bagus tapi rapihin penulisannya sama tafsirannya tambahin yaaa

    BalasHapus